|
|
Kamis, 14 Januari 2010
Ambil Sisi Positifnya.
Sejak MUI mengeluarkan fatwa haram golput terjadi pendapat pro dan kontra dalam masyarakat terutama dalam masyarakat muslim khususnya menariknya hal itu terjadi dan berlaku pada semua kalangan dan lapisan masyarakat, tetapi ada juga golongan masyarakat yang tidak perduli bahkan tidak mengetahui tentang fatwa itu. Disatu sisi negara kita adalah sebuah negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak dan kebebasan memilih dan berpolitik, memilih adalah hak dan golput pun adalah hak setiap warga negara. Sisi lain wakil rakyat dan pemimpin yang akan kita pilih adalah kebutuhan dan mereka akan menjadi penentu arah serta kebijakan kemana bangsa ini akan dibawa.
Kekawatiran akan banyaknya pemilih golput pada pemilu akan datang adalah salah satu alasan keluarnya fatwa haram golput, sementara di dalam fatwa itu sendiri dijelaskan kita wajib memilih tetapi terhadap mereka yang benar-benar punya kapasitas serta memiliki kriteria dan standar yang pantas untuk menjadi wakil dan pemimpin kita.
Demokrasi di negeri ini adalah demokrasi yang sedang tumbuh dalam pembelajaran dan penyempurnaan, bukan tidak beralasan masyarakat yang memilih untuk golput, sekarang sudah terjadi krisis kepercayaan
dari sebagian besar masyarakat terhadap wakil-wakil rakyat dan pemimpin, karna selama ini hanya sebagian kecil aspirasi masyarakat yang terserap, masyarakat juga sudah bosan dengan janji-janji muluk yang tidak kunjung terpenuhi dan kebingungan masyarakat dengan begitu banyaknya parpol peserta pemilu serta calon pemimpin/wakil rakyat yang ditawarkan ditambah lagi himpitan ekonomi yang dialami masyarakat.
Tetapi dengan munculnya fatwa haram golput mari kita ambil sisi kebaikan dan positifnya sikapi itu dengan bijaksana, pro dan kontra dalam fatwa haram golput janganlah menjadi jurang yang menyebabkan efek negatif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. sebab bagaimanapun berbeda pendapat adalah wajar selama dalam konteks kebaikan dan niat yang tulus serta memberi manfaat, tetap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat orang lain adalah sebuah sikap bijaksana.-semoga.
Kekawatiran akan banyaknya pemilih golput pada pemilu akan datang adalah salah satu alasan keluarnya fatwa haram golput, sementara di dalam fatwa itu sendiri dijelaskan kita wajib memilih tetapi terhadap mereka yang benar-benar punya kapasitas serta memiliki kriteria dan standar yang pantas untuk menjadi wakil dan pemimpin kita.
Demokrasi di negeri ini adalah demokrasi yang sedang tumbuh dalam pembelajaran dan penyempurnaan, bukan tidak beralasan masyarakat yang memilih untuk golput, sekarang sudah terjadi krisis kepercayaan
dari sebagian besar masyarakat terhadap wakil-wakil rakyat dan pemimpin, karna selama ini hanya sebagian kecil aspirasi masyarakat yang terserap, masyarakat juga sudah bosan dengan janji-janji muluk yang tidak kunjung terpenuhi dan kebingungan masyarakat dengan begitu banyaknya parpol peserta pemilu serta calon pemimpin/wakil rakyat yang ditawarkan ditambah lagi himpitan ekonomi yang dialami masyarakat.
Tetapi dengan munculnya fatwa haram golput mari kita ambil sisi kebaikan dan positifnya sikapi itu dengan bijaksana, pro dan kontra dalam fatwa haram golput janganlah menjadi jurang yang menyebabkan efek negatif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. sebab bagaimanapun berbeda pendapat adalah wajar selama dalam konteks kebaikan dan niat yang tulus serta memberi manfaat, tetap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat orang lain adalah sebuah sikap bijaksana.-semoga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar