|
|
Kamis, 14 Januari 2010
Leadership SBY kini tengah diuji
Menatap 100 hari kepemimpinannya, SBY telah jauh-jauh hari menyusun strategi. Tak kurang 45 program telah disiapkan, termasuk 15 program unggulan yang direncanakan mampu membawa negeri ini ke depan dalam perubahan yang lebih baik.
Pemberantasan mafia hukum menjadi program unggulan SBY nomor satu. Program ini untuk merespons kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah yang hingga kini masih belum ada kepastian, Untuk segera menyelesaikannya, SBY membentuk Tim 8 yang bertugas memverifikasi kasus tersebut. Dan disini
Leadership presiden kini tengah diuji, apakah mampu membuat sikap yang memihak pada publik
Tantangan yang dihadapi masih terlalu banyak, selain persoalan penataan sektor birokrasi agar efisien dan efektif dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan sebagai agen pembangunan. Juga masih muncul berbagai beban pemerintah pusat berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah sebagai agen pembangunan.
Konsep pembangunan untuk semua sebagai landasan dan pijakan pemerintah SBY-Boediono lima tahun mendatang tergantung pula dari kapasitas dan kemampuan birokrasi daerah dalam mengelola anggaran untuk publik dan pembangunan. Seperti sudah menjadi rahasia umum, struktur APBD masih tersedot oleh biaya-biaya birokrasi dan gaji, sementara untuk biaya pembangunan masih terlalu kecil.
Seperti diketahui hampir sebagian besar biaya pembangunan mengandalkan dari APBN. Dengan kondisi demikian, tentu beban pemerintah pusat masih akan besar dalam menyukseskan gerakan proses pembangunan. Tantangan lainnya adalah tantangan yang berasal dari elite-elite politik yang menduduki kekuasaan.
Apakah para teknokrat dan pejabat akan melakukan perubahan sikap dan orientasi, sebab lima tahun terakhir kecenderungan perilaku birokrasi yang dianggap "koruptif" terlalu berorientasi pada proyek dan pembangunan yang ala kadarnya. Semoga gagasan perubahan paradigma pembangunan yang diusung presiden bukan sekedar harapan dan sebagai warga negara mari kita dukung program dari presiden sepenuhnya untuk menuju perbaikan bangsa ini.-
Pemberantasan mafia hukum menjadi program unggulan SBY nomor satu. Program ini untuk merespons kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah yang hingga kini masih belum ada kepastian, Untuk segera menyelesaikannya, SBY membentuk Tim 8 yang bertugas memverifikasi kasus tersebut. Dan disini
Leadership presiden kini tengah diuji, apakah mampu membuat sikap yang memihak pada publik
Tantangan yang dihadapi masih terlalu banyak, selain persoalan penataan sektor birokrasi agar efisien dan efektif dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan sebagai agen pembangunan. Juga masih muncul berbagai beban pemerintah pusat berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah sebagai agen pembangunan.
Konsep pembangunan untuk semua sebagai landasan dan pijakan pemerintah SBY-Boediono lima tahun mendatang tergantung pula dari kapasitas dan kemampuan birokrasi daerah dalam mengelola anggaran untuk publik dan pembangunan. Seperti sudah menjadi rahasia umum, struktur APBD masih tersedot oleh biaya-biaya birokrasi dan gaji, sementara untuk biaya pembangunan masih terlalu kecil.
Seperti diketahui hampir sebagian besar biaya pembangunan mengandalkan dari APBN. Dengan kondisi demikian, tentu beban pemerintah pusat masih akan besar dalam menyukseskan gerakan proses pembangunan. Tantangan lainnya adalah tantangan yang berasal dari elite-elite politik yang menduduki kekuasaan.
Apakah para teknokrat dan pejabat akan melakukan perubahan sikap dan orientasi, sebab lima tahun terakhir kecenderungan perilaku birokrasi yang dianggap "koruptif" terlalu berorientasi pada proyek dan pembangunan yang ala kadarnya. Semoga gagasan perubahan paradigma pembangunan yang diusung presiden bukan sekedar harapan dan sebagai warga negara mari kita dukung program dari presiden sepenuhnya untuk menuju perbaikan bangsa ini.-
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar